Selasa, 01 Maret 2016

Manajemen sebagai sebuah ilmu

Pengertian Manajemen

 Istilah manajemen berasal dari kata management (bahasa Inggris), turunan dari kata “ to manage” yang artinya mengurus atau tata laksana atau ketata laksanaan. Sehingga manajemen dapat diartikan bagaimana cara manajer (orangnya) mengatur, membimbing dan memimpin semua orang yang menjadi pembantunya agar usaha yang sedang digarap dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Banyak ahli yang memberikan definisi tentang manajemen, diantaranya:
·      Harold Koontz & O’ Donnel dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management” mengemukakan, “Manajemen adalah berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain”.
·      George R. Terry dalam buku dengan judul “Principles of Manajemen” memberikan definisi: “ Manajemen adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
·      James A. F. Stoner, menyatakan bahwa “Manajemen adalah seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang-orang”.
        Prinsip Manajemen
Di atas telah dijelaskan bahwa manajemen itu berarti proses pencapaian tujuan melalui kerja orang lain. Untuk dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien maka harus didasarkan pada prinsip-prinsip manajemen.

Prinsip manajemen adalah dasar-dasar atau pedoman kerja yang bersifat pokok yang tidak boleh diabaikan oleh setiap manajer/pimpinan.

Dalam prakteknya harus diusahakan agar prinsip-prinsip manajemen ini hendaknya tidak kaku, melainkan harus luwes, yaitu bisa saja diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan.

Menurut Henry Fayol, prinsip-prinsip manajemen terdiri dari empat belas macam, yaitu:
1.   Pembagian kerja yang berimbang
Dalam membagi-bagikan tugas dan jenisnya kepada semua kerabat kerja, seorang manajer hendaknya tidak bersifat pilih kasih atau pilih bulu, melainkan harus bersikap sama baik dan memberikan beban kerja yang berimbang.
2.   Pemberian kewenangan dan rasa tanggung jawab yang tegas dan jelas
Setiap kerabat kerja atau karyawan hendaknya diberi wewenang sepenuhnya untuk melaksanakan tugasnya itu dengan baik dan mempertanggung jawabkannya kepada atasan langsung.
3.   Disiplin
Disiplin ialah kesedian untuk melakukan usaha atau kegiatan nyata (bekerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya) berdasarkan rencana, peraturan dan waktu (waktu kerja) yang telah ditetapkan.
4.   Kesatuan perintah
Setiap karyawan atau kerabat kerja hendaknya hanya menerima satu jenis perintah dari seorang atasan langsung (mandor/kepala seksi/kepala bagian), bukan dari beberapa orang yang sama-sama merasa menjadi atasan para karyawan/kerabat kerja tersebut.
5.   Kesatuan arah
Kegiatan hendaknya mempunyai tujuan yang sama dan dipimpin oleh seorang atasan langsung serta didasarkan pada rencana kerja yang sama (satu tujuan, satu rencana, dan satu pimpinan).
6.   Mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi
Ketika seseorang sedang bekerja sebagai kerabat kerja, maka semua kepentingan pribadi harus dikesampingkan/diabaikan atau disimpan dalam hati.
7.   Penggajian
Pemberian gaji dan cara pembayarannya hendaknya diusahakan sedapat mungkin bisa memuaskan.
8.   Pemusatan wewenang (sentralisasi)
Wewenang atau kewenangan untuk menentukan kebijaksanaan umum hendaknya dipegang oleh administrator (sentralisasi/dari pusat).
9.   Jenjang jabatan (hirarki)
Para karyawan harus tunduk dan taat kepada mandor, para mandor harus tunduk dan taat kepada kepala seksi (manajemen tingkat rendah), para kepala seksi harus tunduk dan taat kepada kepala bagian (manajemen tingkat menengah) dan para kepala bagian harus tunduk dan taat kepada
administrator (manajemen tingkat atas).
10.         Tata tertib
Di dalam tata tertib terdapat perintah dan larangan, perizinan dan berbagai peraturan lainnya yang menjamin kelancaran pekerjaan segenap kerabat kerja tanpa kecuali.
11.         Keadilan
Segenap karyawan harus dianggap sama pentingnya dan sama baiknya serta kalau terjadi perselisihan antar mereka tidak boleh ada yang dibela, melainkan harus dilerai melalui musyawarah dan mufakat berdasarkan rasa
kekeluargaan.
12.         Pemantapan jabatan
Setiap pejabat atau karyawan hendaknya tidak sering diubah-ubah tugas dan jabatannya.
13.         Prakarsa
Prakarsa atau inisiatif yang timbul di kalangan kerabat kerja hendaknya mendapat penghargaan/sambutan yang layak.
14.         Solidaritas atau rasa setia kawan
Rasa setia kawan biasanya muncul berkat kerja sama dan hubungan baik antar kawan. Hal ini hendaknya dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan yang positif, konstruktif dan rasional.


Fungsi Manajemen
Fungsi Manajemen ialah berbagai jenis tugas atau kegiatan manajemen yang mempunyai peranan khas dan bersifat saling menunjang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.


Banyak sekali ahli yang mengemukakan tentang fungsi manajemen ini. Ambil contoh misalnya George R. Terry. Dia menyebutkan bahwa fungsi manajemen terdiri dari:
a. Planning (Perencanaan)
b. Organizing (Pengorganisasian)
c. Actuating (Penggerakkan)
d. Controlling (Pengawasan).  

Sedangkan Harold Koontz dan Cyril O’Donnel membagi fungsi manajemen menjadi:
a. Planning (Perencanaan)
b. Organizing (Pengorganisasian)
c. Staffing (Penyusunan Pegawai)
d. Directing (Pembinaan Kerja)
e. Controlling (Pengawasan).  
Tidak jauh berbeda dengan pendapat para ahli di atas, Henry Fayol mengemukakan bahwa fungsi manajemen terdiri dari:
a. Planning (Perencanaan)
b. Organizing (Pengorganisasian)
c. Commanding (Pemberian Komando)
d. Coordinating (Pengkoordinasian)
e. Controlling (Pengawasan).
Ahli lain yang bernama Lyndall F. Urwick menambahkan pendapat Henry Fayol dengan Forecasting (Peramalan), sehingga urutannya menjadi:
a. Forecasting (Peramalan)
b. Planning (Perencanaan)
c. Organizing (Pengorganisasian)
d. Commanding (Pemberian Komando)
e. Coordinating (Pengkoordinasian)
f. Controlling (Pengawasan). 

Selanjutnya Luther Gullick membagi fungsi manajemen menjadi:
a. Planning (Perencanaan)
b. Organizing (Pengorganisasian)
c. Staffing (Penyusunan Pegawai)
d. Directing (Pembinaan Kerja)
e. Coordinating (Pengkoordinasian)
f. Reporting (Pelaporan)
g. Budgeting (Anggaran).  
Untuk lebih jelasnya, berikut ini Anda akan mempelajari uraian singkat tentang fungsi manajemen yang paling banyak digunakan.

Perencanaan (Planning) ialah fungsi manajemen yang harus bisa menjawab rumus SWIH. WHAT(apa) yang akan dilakukan, WHY (mengapa) harus melakukan apa, WHEN (kapan) melakukan apa, WHERE (dimana) melakukan apa, WHO (siapa) yang melakukan apa, HOW (bagaimana) cara melakukan apa, 

Pengorganisasian (Organizing) ialah fungsi manajemen yang berhubungan dengan pembagian tugas. Siapa mengerjakan apa dan siapa bertanggung jawab pada siapa.

Penggerakkan (actuating) yaitu fungsi manajemen yang berhubungan dengan bagaimana cara menggerakkan kerabat kerja (bawahan) agar bekerja dengan penuh kesadaran tanpa paksaan.
Pengawasan ( Controlling) disebut juga fungsi pengendalian. Suatu proses untuk mengukur atau membandingkan antara perencanaan yang telah dibuat dengan pelaksanaan. Dengan adanya pengawasan ini, diharapkan jangan sampai terjadi kesalahan atau penyimpangan.
Disamping itu, Forecasting (Peramalan) sering dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Forecasting ialah kegiatan meramalkan, memproyeksikan atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rencana yang lebih pasti dapat dilakukan.
Upaya Konservasi Alam yang Berbasis pada Sustainable Development di Perum Jasa Tirta I Sub Divisi Jasa Asa IV/I Madiun

Pada saat ini kerusakan alam menjadikan kehidupan dan penghidupan manusia serta ekosistemnya terancam. Rusaknya ekosistem alam mengakibatkan nilai guna pada alam tidak berfungsi dengan baik. Sebagai konsekuensi dari hal itu adalah terganggunya fungsi lingkungan hidup. Oleh karena itu, untuk menjawab tantangan tersebut diperlukan upaya yang nyata dan tepat sasaran salah satunya adalah dengan konservasi alam. Karena dengan konservasi alam kita dapat melindungi, melestarikan dan menjadikan pemanfaatan ekosistem alam dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Seperti kutipan dalam Karya Ilmiah yang ditulis oleh Amelia, Purba ed. (2002: 18-20) dimana terdapat lima prinsip utama dalam pembangunan berkelanjutan yakni (1) keadilan antar generasi; (2) keadilan dalam satu generasi; (3) pencegahan dini; (4) perlindungan keanekaragaman hayati; dan (5) internalisasi biaya lingkungan dan mekanisme insentif. Kelima prinsip di atas, mengandung makna bahwa pembangunan seharusnya memberikan jaminan keserasian, keselarasan dan keseimbangan dengan daya dukung lingkungan. Oleh karena itu, daya dukung lingkungan yang ada di wilayah konservasi alam seharusnya tetap terpelihara dan terjaga baik sehingga dapat dimanfaatkan secara terprogram dan lestari bagi kesejahteraan generasi mendatang.
Guna mendukung upaya tersebut Perum Jasa Tirta I sebagai BUMN yang diberi amanat untuk melakukan Konservasi Sumber Daya Air sesuai dengan UU No.46 Tahun 2010, memiliki peran untuk menunjang upaya pelestarian alam pada umumnya dan konservasi air pada khususnya dengan prinsip Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development). Salah satu upaya nyata yang telah dilakukan guna mendukung hal tersebut adalah dengan melakukan kerjasama pelestarian alam seperti yang telah dilaksanakan oleh Perum Jasa Tirta I Divisi IV/I Madiun yang menjalin kerjasama dengan Universitas Merdeka Madiun. Program kerjasama yang telah dilakukan oleh kedua belah pihak telah secara resmi berjalan dengan diadakannya seremonial pada tanggal 10 Februari 2016 yang dihadiri oleh Rektor Unmer Madiun Dr. Ir. Rahmanta Setiahadi, M.P serta Perwakilan dari Perum Jasa Tirta I yaitu Leda Kiswanto dan Sidik Suparto.
Adapun bentuk dari kerjasama tersebut diwujudkan dengan penanaman bibit pohon langka seperti Pohon Matoa, Sawo Kecik, Sukun. Selain penanaman bibit pohon langka kerjasama ini juga berorientasi pada penerapan Teknologi Lubang Resapan Biopori yang memiliki beberapa manfaat yaitu 1) meningkatkan daya resapan air 2) mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan Metan) serta 3) memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman dan mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit Demam Berdarah dan Malaria.

Kerjasama yang dilakukan oleh kedua institusi tersebut selain sebagai perwujudan nyata dari upaya untuk melakukan konservasi alam, juga memiliki tujuan lain yaitu untuk memberikan sarana edukasi. Peran dari sarana edukasi ini juga tidak kalah pentingnya dengan upaya konservasi alam itu sendiri karena dengan adanya sarana edukasi ini fungsi Sustainable Development dapat berjalan melalui transfer pengetahuan sehingga generasi mendatang dapat belajar tentang signifikansi upaya konservasi alam bagi kemaslahatan umum secara umum dan lingkungan kampus Unmer Madiun pada khususnya serta diharapkan untuk kedepannya kerjasama ini dapat memberikan manfaat yang sesuai dengan tujuan awal dimana kerjasama ini dilakukan oleh kedua institusi. Benang merah dari hal ini adalah pentingnya konservasi alam yang berbasis pada pembangunan berkelanjutan karena hal tersebut dapat memberikan pemahaman yang komprehensif tentang kelestarian alam.